Showing posts with label Energi Kinetik. Show all posts
Showing posts with label Energi Kinetik. Show all posts

Sunday, 3 April 2016

Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi Kelas XI (Part 2)

Ini adalah kelanjutan dari Part 1 disini.

Mungkin soal-soal dipart ini tidak terlalu susah seperti di Part 1. Okay kita mulai. Kalau ada yang mau ditanyakan comment aja ^^.



4.         Perhatikan gambar di bawah. Tiga buah partikel dengan massa m, 2m, dan 3m dipasang pada ujung kerangka yang massanya diabaikan. Sistem terletak pada bidang xy. Jika sistem diputar terhadap sumbu y, momen inersia sistem adalah ....


Pembahasan :
Karena ini partikel, penyelesaiannya bisa dihitung dengan rumus berikut,
Terlihat di gambar kalau mereka berputar terhadap sumbu y. Dan ingat kalau partikel 2m berada di sumbu y, maka ia tidak memberikan inersianya.
            ΣI = I + I
                 = mr² + mr²
                 = m(2a)² + 3ma²
                 = 4ma² + 3ma²
                 = 7ma²

5.         Sebuah bola pejal bertranslasi dan berotasi dengan kecepatan linier dan kecepatan sudut masing-masing v dan ω. Energi kinetik total bola pejal tersebut adalah .... (nyatakan dalam m dan v)

            Pembahasan :
            Inersia untuk bola pejal adalah 2/5.mr2 dan v=ωr.
Ek           = Ekrot + Ektrans
                            = ½.mv2 + ½.Iω2
                            = ½.mv2 + ½.2/5.mr2(v/r)2
                            = ½.mv2 + 1/5.mv2
                            = 7/10.mv2

6.         Sebuah silinder pejal menggelinding dari keadaan diam menuruni suatu bidang miring yang tingginya 15 m. Kelajuan linier silinder ketika tiba di kaki bidang adalah .... (percepatan gravitasi = 9,8 m/s2)

            Pembahasan :
            Soal ini persis sama kayak soal no. 1 ini.
            Kita pakai Kekekalan Energi Mekanik saja agar cepat.
            A posisi diatas, B posisi dibawah.
            EpA + Ek transA + Ek rotA = EpB + Ek transB + Ek rotB

                Ingat EpA = 0, EkA = 0, dan EpB = 0. Dan Inersia silinder pejal adalah ½.mr2.
EpA = Ek transB + Ek rotB
mgh = ½.mv2 +  ½.Iω2
mgh = ½.mv2 +  ½(½.mr2 )(v/r)2
gh = ½v2 +  1/4.v2
3/4.v2 = gh
            Masukkan data-data keatas, didapat v=14 m/s

7.         Sebuah bola pejal menggelinding dari keadaan diam menuruni suatu bidang yang tingginya 1,4 m. Kelajuan linier silinder ketika tiba di kaki bidang adalah .... (percepatan gravitasi = 9,8 m/s2)

            Pembahasan :
            Persis seperti no. 1 dan no. 6. Kita pakai Kekekalan Energi.
            A posisi diatas, B posisi dibawah.
            EpA + Ek transA + Ek rotA = EpB + Ek transB + Ek rotB

                Ingat EpA = 0, EkA = 0, dan EpB = 0. Dan Inersia bola pejal adalah 2/5.mr2.
EpA = Ek transB + Ek rotB
mgh = ½.mv2 +  ½.Iω2 ...(*)
mgh = ½.mv2 +  ½(2/5.mr2 )(v/r)2
gh = ½v2 +  1/5.v2
7/10.v2 = gh
            Masukkan data-data keatas, didapat v=4,4 m/s atau bisa 1,4√10.

8.        Sebuah partikel bergerak melingkar dengan kecepatan sudut 10 rad/s. Jika massa partikel 2 gram dan momentum sudutnya 8.10-6 kg m2/s, jari-jari gerak melingkar partikel sebesar ....

            Pembahasan :
            Diketahui   ω = 10 rad/s | m = 2 gram = 2.10-3 kg | L = 8.10-6 kg m2/s
            L          = Iω    = mr2ω           (Inersia untuk partikel adalah mr2)
            L                      = mr2ω

            Maka, 



9.         Sebuah bola pejal yang mempunyai massa 0,5 kg dan jari-jari 10 cm diputar pada sumbunya yang melalui pusat bola tersebut dengan kecepatan sudut 600 rpm. Besar momentum sudut bola tersebut adalah ....

            Pembahasan :
            Diketahui   m = 0,5 kg | r = 10 cm = 0,1 m | ω = 600 rpm = 20π rad/s
            L          = Iω    = 2/5.mr²ω   (Inersia untuk bola pejal adalah 2/5.mr2)
            L                      = 2/5.(0,5)(0,1)²(20π)
                                     = 0,04π kg m²/s

10.
Sebuah batang dengan panjang l dan massa m dapat berotasi dengan bebas pada suatu bidang vertikal terhadap ujung A seperti tampak pada gambar di atas. Batang mula-mula dipegang pada posisi horizontal dan kemudian dilepaskan. Pada saat batang membentuk sudut θ dengan vertikal, besar kecepatan sudutnya adalah ....

Pembahasan :
Ets, jangan kaget dulu. Bisa kok memakai Hukum Kekekalan Energi karena tidak ada gaya luar.
            1 posisi saat lurus di atas, 2 posisi miring dengan sudut θ.
Titik yang kita tinjau adalah pusat massa, ingat pusat massa batang homogen selalu ditengah. Dan batang ini tidak bergerak translasi, hanya berotasi, maka EK yang digunakan EK rotasi.
Ep1 + Ek rot1    = Ep2 + Ek rot2

Acuan ketinggiannya di posisi 1 ya jadi h1=0, dan kecepatan sudut awal juga nol karena belum bergerak (dilepaskan).
mgh1 + ½.Iω² = mgh2 + ½.Iω²

(Inersia batang yang berporos di ujung adalah 1/3.ml²)

            0 + 0               = mg(- ½.l cos θ) + ½.1/3.ml²ω²

½.mgl cos θ              = ½.1/3.ml²ω²

g cos θ                        = 1/3.lω²



Jadi,



Sekian ya, terimakasih. ^^

Salam

Saturday, 2 April 2016

MENGAPA DI GUNUNG LEBIH DINGIN DARIPADA DI PANTAI


Pasti kebanyakan orang mikirnya, semakin tinggi/jauh dari tanah semakin panas udaranya? soalnya lebih dekat dengan Matahari makannya dia bingung kenapa di gunung bisa lebih dingin udaranya? Hmm, bener gak ya. Tapi, asal kalian tahu, kita juga bisa tahu alasannya dengan belajar fisika.

Pertama, ada Hukum Gravitasi Newton, yang ngejelasin bahwa gaya gravitasi itu berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dari pusat (bumi), nah berarti semakin dekat dengan inti bumi makin besar gayanya, berarti gaya gravitasi di gunung lebih kecil daripada di pantai.

Nah, Hukum Gravitasi Newton itu gak melulu soal benda fisis (yang keliatan wujudnya) yang jatuh ke tanah (semacam apel gitu), ternyata gak hanya itu. Percaya gak percaya, partikel-partikel udara juga terkena hukum gravitasi, jadi sudah pasti dong, partikel-partikel udara di pantai jauh lebih banyak daripada di gunung, soalnya pantai itu dataran rendah (dekat dengan inti bumi).

Kedua, kalau kalian udah belajar Teori Kinetik Gas nih, kalian bakal ngerti maksudnya. Coba sekarang kalian tumbukin kedua tangan kalian, selain kerasa sakit, pasti ada kerasa panasnya, atau hangatlah minimal. Partikel-partikel udara itu bergerak secara acak, dan mereka punya Energi Kinetik masing-masing, karena gerakannya yang acak tadi, si partikel-partikel ini bakal bertumbukan satu sama lain. Jadi, semakin banyak partikel-partikel udara di suatu tempat, semakin panas pula udaranya soalnya banyak banget partikel yang bertumbukan. Untuk lebih jelas lagi liat deh rumus ini :

EK = 3/2.kT

Keliatan banget, kalo suhu itu berbanding lurus/mempengaruhi Energi Kinetik partikel-partikel udara. 

Karena partikel-partikel udara di gunung cuma dikit (jauh lebih kecil daripada di pantai) jadi, yang bertumbukan juga gak banyak seperti di dataran rendah semacam pantai. Selain itu, banyaknya tumbuhan di gunung juga membuat udara disana lebih segar dan adem. Nah sekarang berarti tau kan kenapa bisa gitu. Bukan masalah dekat tidaknya dengan Matahari, tetapi karena partikel-partikel Udara/Gas itu.