Showing posts with label Fisika. Show all posts
Showing posts with label Fisika. Show all posts

Thursday, 21 September 2017

Kisi-Kisi Soal SBMPTN SAINTEK dan SOSHUM


SBMPTN siapa yang tidak tahu ? jalur masuk perguruan tinggi negeri yang selalu memiliki jumlah pendaftar sampai ratusan ribu untuk bersaing mendapatkan 1 kursi di PTN yang diimpikan .
Berbicara mengenai tes tulis yang satu ini ,bisa dibilang materinya cukup sulit dan hal tersebut. terkadang membuat kita bingung mau belajar darimana dan kapan mulai belajarnya ,Bener ga ??? Nah ,sebenernya hal yang paling mendasar yang merupakan cara efektif ,yaitu dengan mencari tahu materi yang sering keluar di SBMPTN dulu baru kita pelajari mendalam materinya ditambah latian soal .

Oke , langsung aja gue kasih materi SBMPTN yang banyak keluar dan ini kalo bisa wajib dikuasai yah temen-temen ,SEMANGAT!!

Bidang Studi Dasar (Kemampuan Dasar)


Kisi Kisi Materi Soal Matematika Dasar SBMPTN
1. Persamaan Kuadrat
2. Fungsi Kuadrat
3. Pertidaksamaan
4. Program Linier
5. Relasi dan Fungsi
6. Matriks
7. Statistika
8. Trigonometri
9. Limit Dan Deferensial
10. Eksponen Dan Logaritma
11. Barisan dan Deret
12. Sistem Persamaan Linier
13. Permutasi Dan Kombinasi
14. Logika
15. Antar Ruang Lingkup

Kisi Kisi Materi Soal Bahasa Indonesia SBMPTN
1. Ejaan ( 3 soal )
2. Wacana ( paragraf ) ( 5 soal )
3. Morfologi ( 1 soal )
4. Karya Ilmiah ( 2 soal )
5. Sintaksis ( 2 soal )
6. Pragmatik ( 2 soal )

Kisi Kisi Materi Soal Bahasa Inggris SBMPTN
1. Longer Reading Passage ( 15 soal )

Bidang Studi IPA (Kemampuan IPA)


Kisi Kisi Materi Soal Matematika IPA SBMPTN
1. Persamaan Kuadrat
2. Fungsi Kuadrat
3. Pertidaksamaan
4. Program Linier
5. Relasi dan Fungsi
6. Matriks
7. Statistika
8. Trigonometri
9. Limit Dan Deferensial
10. Eksponen Dan Logaritma
11. Barisan dan Deret
12. Sistem Persamaan Linier
13. Permutasi Dan Kombinasi
14. Logika
15. Antar Ruang Lingkup

Kisi Kisi Materi Soal Kimia SBMPTN
1.    Struktur Atom
2.   Sistem Periodik Unsur
3.   Ikatan Kimia
4.   Asam Basa Bronsted-Lowry
5.   Ph Asam Basa
6.   Titrasi Asam Basa
7.   Larutan Penyangga
8.   Hidrolisis Garam
9.   Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
10. Reaksi Redoks
11. Sel Volta
12. Sel Elektrolisis
13. Hukum Dasar Kimia (Hukum Proust)
14. Persamaan Reaksi dan Konsep Mol
15. Hitungan Kimia
16. Sifat Koligatif
17. Koloid
18. Kimia Unsur
19. Tata Nama Senyawa Karbon dan Isomer
20. Reaksi-reaksi Senyawa Karbon
21. Identifikasi Senyawa Karbon
22. Benzena dan Turunannya
23. Termokimia
24. Laju Reaksi
25. Kesetimbangan Kimia

Kisi Kisi Materi Soal Fisika SBMPTN
1. Optik Geometri
2. Radioaktivitas
3. Relativitas
4. Usaha Dan Energi
5. Implus Dan Momentum
6. Bunyi
7. Dualisme Gelombang Partikel
8. Fluida Dinamis
9. Gelombang
10. Gerak Lurus
11. Gerak Harmonis Sederhana
12. Gravitasi
13. Induksi Magnetik
14. Listrik Dinamis
15. Listrik Statis

Kisi Kisi Materi Soal Biologi SBMPTN
1. Biologi Lingkungan
2. Biologi Sel
3. Reproduksi
4. Bioteknologi
5. Genetika
6. Evolusi
7. Histologi Hewan dan Tumbuhan
8. Metabolisme ( ana dan katabolisme )
9. Fisiologi Hewan dan tumbuhan

Bidang Studi IPS (Kemampuan IPS/Soshum)


Kisi Kisi Materi Soal Geografi SBMPTN
1. Lingkup Kajian Geografi dan Peta
2. Jagat Raya
3. Litosfer
4. Hidrosfer
5. Cuaca dan Iklim
6. Biosfer – Lingkungan Hidup
7. Pengindraan Jauh dan SIG
8. Antroposfer
9. Konsep Wilayah dan Interaksi Wilayah
10. Geografi Regional

Kisi Kisi Materi Soal Sejarah SBMPTN
1. Prinsip serta dasar Penelitian sejarah
2. Zaman Pra Sejarah
3. Perkembangan Kerajaan Hindu – Budha
4. Perkembangan Sosial, Budaya, dan Politik
5. Zaman Kolonial
6. Pergerakan Nasional Indonesia
7. Zaman Kependudukan Jepang di Indonesia
8. Zaman Kemerdekaan ( 1945 – 1949 )
9. Zaman Kemerdekaan ( 1945 – 1949 )
10. Demokrasi Terpimpin, Orde Baru , dan Reformasi
11. Sejarah Dunia
12. Peristiwa Mutakhir dunia

Kisi – Kisi Materi Soal Sosiologi SBMPTN
1. Kelompok Sosial
2. Interaksi Sosial
3. Konflik dan Integrasi
4. Masyarakat MultiKultural
5. Mobilitas Sosial
6. Penyimpangan Sosial
7. Perubahan Sosial
8. Sosialisasi
9. Struktur Sosial
10. Penelitian Sosial Budaya

Kisi Kisi Materi Soal Ekonomi SBMPTN
1. Akutasi
2. Badan Usaha dan Koperasi
3. Biaya Produksi
4. Kebijakan Fiskal
5. Kegiatan Ekonomi
6. Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
7. Mekanisme Pasar
8. Perdagangan Internasional
9. Perkembangan Teori Teori Ekonomi
10. Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi
11. Struktur Pasar
12. Teori Determinasi Pendapatan Nasional
13. Uang, bank, dan kebijakan

Segitu dulu yah temen-temen yang bisa aku share semoga bermanfaat .SEMANGAT ujiannya , jangan lupa untuk mempersiapkan semuanya sedini mungkin dan berdoa :) .

Kalau ada yang mau request soal-soal SBMPTN komen dibawah aja yahh ,,dan jagan lupa untuk pantengin blog ini yah www.runasflash.blogspot.com


Sunday, 3 April 2016

Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi Kelas XI (Part 2)

Ini adalah kelanjutan dari Part 1 disini.

Mungkin soal-soal dipart ini tidak terlalu susah seperti di Part 1. Okay kita mulai. Kalau ada yang mau ditanyakan comment aja ^^.



4.         Perhatikan gambar di bawah. Tiga buah partikel dengan massa m, 2m, dan 3m dipasang pada ujung kerangka yang massanya diabaikan. Sistem terletak pada bidang xy. Jika sistem diputar terhadap sumbu y, momen inersia sistem adalah ....


Pembahasan :
Karena ini partikel, penyelesaiannya bisa dihitung dengan rumus berikut,
Terlihat di gambar kalau mereka berputar terhadap sumbu y. Dan ingat kalau partikel 2m berada di sumbu y, maka ia tidak memberikan inersianya.
            ΣI = I + I
                 = mr² + mr²
                 = m(2a)² + 3ma²
                 = 4ma² + 3ma²
                 = 7ma²

5.         Sebuah bola pejal bertranslasi dan berotasi dengan kecepatan linier dan kecepatan sudut masing-masing v dan ω. Energi kinetik total bola pejal tersebut adalah .... (nyatakan dalam m dan v)

            Pembahasan :
            Inersia untuk bola pejal adalah 2/5.mr2 dan v=ωr.
Ek           = Ekrot + Ektrans
                            = ½.mv2 + ½.Iω2
                            = ½.mv2 + ½.2/5.mr2(v/r)2
                            = ½.mv2 + 1/5.mv2
                            = 7/10.mv2

6.         Sebuah silinder pejal menggelinding dari keadaan diam menuruni suatu bidang miring yang tingginya 15 m. Kelajuan linier silinder ketika tiba di kaki bidang adalah .... (percepatan gravitasi = 9,8 m/s2)

            Pembahasan :
            Soal ini persis sama kayak soal no. 1 ini.
            Kita pakai Kekekalan Energi Mekanik saja agar cepat.
            A posisi diatas, B posisi dibawah.
            EpA + Ek transA + Ek rotA = EpB + Ek transB + Ek rotB

                Ingat EpA = 0, EkA = 0, dan EpB = 0. Dan Inersia silinder pejal adalah ½.mr2.
EpA = Ek transB + Ek rotB
mgh = ½.mv2 +  ½.Iω2
mgh = ½.mv2 +  ½(½.mr2 )(v/r)2
gh = ½v2 +  1/4.v2
3/4.v2 = gh
            Masukkan data-data keatas, didapat v=14 m/s

7.         Sebuah bola pejal menggelinding dari keadaan diam menuruni suatu bidang yang tingginya 1,4 m. Kelajuan linier silinder ketika tiba di kaki bidang adalah .... (percepatan gravitasi = 9,8 m/s2)

            Pembahasan :
            Persis seperti no. 1 dan no. 6. Kita pakai Kekekalan Energi.
            A posisi diatas, B posisi dibawah.
            EpA + Ek transA + Ek rotA = EpB + Ek transB + Ek rotB

                Ingat EpA = 0, EkA = 0, dan EpB = 0. Dan Inersia bola pejal adalah 2/5.mr2.
EpA = Ek transB + Ek rotB
mgh = ½.mv2 +  ½.Iω2 ...(*)
mgh = ½.mv2 +  ½(2/5.mr2 )(v/r)2
gh = ½v2 +  1/5.v2
7/10.v2 = gh
            Masukkan data-data keatas, didapat v=4,4 m/s atau bisa 1,4√10.

8.        Sebuah partikel bergerak melingkar dengan kecepatan sudut 10 rad/s. Jika massa partikel 2 gram dan momentum sudutnya 8.10-6 kg m2/s, jari-jari gerak melingkar partikel sebesar ....

            Pembahasan :
            Diketahui   ω = 10 rad/s | m = 2 gram = 2.10-3 kg | L = 8.10-6 kg m2/s
            L          = Iω    = mr2ω           (Inersia untuk partikel adalah mr2)
            L                      = mr2ω

            Maka, 



9.         Sebuah bola pejal yang mempunyai massa 0,5 kg dan jari-jari 10 cm diputar pada sumbunya yang melalui pusat bola tersebut dengan kecepatan sudut 600 rpm. Besar momentum sudut bola tersebut adalah ....

            Pembahasan :
            Diketahui   m = 0,5 kg | r = 10 cm = 0,1 m | ω = 600 rpm = 20π rad/s
            L          = Iω    = 2/5.mr²ω   (Inersia untuk bola pejal adalah 2/5.mr2)
            L                      = 2/5.(0,5)(0,1)²(20π)
                                     = 0,04π kg m²/s

10.
Sebuah batang dengan panjang l dan massa m dapat berotasi dengan bebas pada suatu bidang vertikal terhadap ujung A seperti tampak pada gambar di atas. Batang mula-mula dipegang pada posisi horizontal dan kemudian dilepaskan. Pada saat batang membentuk sudut θ dengan vertikal, besar kecepatan sudutnya adalah ....

Pembahasan :
Ets, jangan kaget dulu. Bisa kok memakai Hukum Kekekalan Energi karena tidak ada gaya luar.
            1 posisi saat lurus di atas, 2 posisi miring dengan sudut θ.
Titik yang kita tinjau adalah pusat massa, ingat pusat massa batang homogen selalu ditengah. Dan batang ini tidak bergerak translasi, hanya berotasi, maka EK yang digunakan EK rotasi.
Ep1 + Ek rot1    = Ep2 + Ek rot2

Acuan ketinggiannya di posisi 1 ya jadi h1=0, dan kecepatan sudut awal juga nol karena belum bergerak (dilepaskan).
mgh1 + ½.Iω² = mgh2 + ½.Iω²

(Inersia batang yang berporos di ujung adalah 1/3.ml²)

            0 + 0               = mg(- ½.l cos θ) + ½.1/3.ml²ω²

½.mgl cos θ              = ½.1/3.ml²ω²

g cos θ                        = 1/3.lω²



Jadi,



Sekian ya, terimakasih. ^^

Salam

Saturday, 2 April 2016

MENGAPA DI GUNUNG LEBIH DINGIN DARIPADA DI PANTAI


Pasti kebanyakan orang mikirnya, semakin tinggi/jauh dari tanah semakin panas udaranya? soalnya lebih dekat dengan Matahari makannya dia bingung kenapa di gunung bisa lebih dingin udaranya? Hmm, bener gak ya. Tapi, asal kalian tahu, kita juga bisa tahu alasannya dengan belajar fisika.

Pertama, ada Hukum Gravitasi Newton, yang ngejelasin bahwa gaya gravitasi itu berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dari pusat (bumi), nah berarti semakin dekat dengan inti bumi makin besar gayanya, berarti gaya gravitasi di gunung lebih kecil daripada di pantai.

Nah, Hukum Gravitasi Newton itu gak melulu soal benda fisis (yang keliatan wujudnya) yang jatuh ke tanah (semacam apel gitu), ternyata gak hanya itu. Percaya gak percaya, partikel-partikel udara juga terkena hukum gravitasi, jadi sudah pasti dong, partikel-partikel udara di pantai jauh lebih banyak daripada di gunung, soalnya pantai itu dataran rendah (dekat dengan inti bumi).

Kedua, kalau kalian udah belajar Teori Kinetik Gas nih, kalian bakal ngerti maksudnya. Coba sekarang kalian tumbukin kedua tangan kalian, selain kerasa sakit, pasti ada kerasa panasnya, atau hangatlah minimal. Partikel-partikel udara itu bergerak secara acak, dan mereka punya Energi Kinetik masing-masing, karena gerakannya yang acak tadi, si partikel-partikel ini bakal bertumbukan satu sama lain. Jadi, semakin banyak partikel-partikel udara di suatu tempat, semakin panas pula udaranya soalnya banyak banget partikel yang bertumbukan. Untuk lebih jelas lagi liat deh rumus ini :

EK = 3/2.kT

Keliatan banget, kalo suhu itu berbanding lurus/mempengaruhi Energi Kinetik partikel-partikel udara. 

Karena partikel-partikel udara di gunung cuma dikit (jauh lebih kecil daripada di pantai) jadi, yang bertumbukan juga gak banyak seperti di dataran rendah semacam pantai. Selain itu, banyaknya tumbuhan di gunung juga membuat udara disana lebih segar dan adem. Nah sekarang berarti tau kan kenapa bisa gitu. Bukan masalah dekat tidaknya dengan Matahari, tetapi karena partikel-partikel Udara/Gas itu.

Thursday, 31 March 2016

Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi Fisika Kelas XI (Part 1)

[JANGAN MALAS UNTUK MEMBACA SEMUANYA | SEMUANYA PENTING]
Mungkin ini banyak sekali yang harus dibaca, baca aja, biar ngerti. Kalo masih gak ngeh, gak ngerti, comment dibawah ya. ^^

Sedikit tips dalam mengerjakan soal dinamika rotasi yaitu:

1. Selalu tinjau Στ=Iα (sigma torsi/torka/momen gaya (tau) sama dengan momen inersia (I) dikali percepatan sudut (alfa)) dan ΣF=ma dengan a=percepatan pusat massa.

2. Jika menemukan kasus bola/silinder menggelinding tanpa slip/tidak tergelincir atau biasa dikatakan menggelinding murni artinya memenuhi syarat v=ωR, a=αR dan s=θR.


3. Pada kasus menggelinding juga selain ada Energi Kinetik Translasi (EKtrans=½mv2) ada juga Energi Kinetik Rotasi (EKrot=½Iω2).



4. Untuk kasus-kasus umum biasanya dikatakan bahwa bola/silinder menggelinding, gaya yang membuat benda itu menggelinding tak lain adalah gaya gesek. Gaya gesek tidak hanya sama dengan koefisien μ (koefisien gesekan) dikali N (gaya Normal). Tapi kita bisa tahu besarnya gaya gesek melalui torsi. Lihat soal 1 untuk lebih jelas.


Langsung saja ke soal dan pembahasannya :


1. Sebuah bola pejal bermassa 2 kg diam kemudian dilepaskan dari ujung sebuah bidang miring dengan sudut 30° dan mulai bergerak menggelinding tanpa slip. Jika jari-jari bola adalah 1 meter. dan ketinggiannya (h) 28 meter. Tentukan kecepatan bola saat di dasar bidang miring!
Pembahasan :
Cara 1
Hukum Kekekalan Energi Mekanik (Energi Mekanik diatas sama dengan Energi Mekanik dibawah)
EmA = EmB

Ingat, ada Energi Kinetik Rotasi.
EpA + Ek transA + Ek rotA = EpB + Ek transB + Ek rotB

Jika acuan ketinggian nol berada di bawah maka EpB=0.
Dan bola mula-mula diam artinya v0=0 dan ω0=0, maka Ek transA=0 dan Ek rotA=0 .
Didapat,
EpA = Ek transB + Ek rotB

Sedikit bayangan, artinya seluruh energi potensial bola diatas habis ketika dibawah karena dirubah ke energi kinetik. Banyak manusia yang bilang kalau mereka ingin hidup bebas, sebenarnya mereka tidak bisa, karena mereka tak bisa lepas dari energi potensial (jika acuan nol ada di pusat bumi). ._.
EpA = Ek transB + Ek rotB
mgh = ½.mv2 +  ½.Iω2 ...(1)

Karena bola menggelinding tanpa slip ia memenuhi syarat v=ωR atau ω=v/R.
Inersia(I) bola pejal adalah 2/5.mR2
Subtitusi I=2/5 mR2 dan ω=v/R ke persamaan (1).
mgh = ½.mv2 +  ½(2/5.mR2 )(v/R)2

Bagi dengan m ruas kanan dan kiri.
gh = ½.v2 +  1/5. v2 atau ½.v2 +  1/5.v2 = gh
7/10.v2 = gh

Maka v=sqrt 10/7 gh *catatan sqrt=square root atau akar kuadrat
Masukkan angka-angka di soal didapat
v=20 m/s


Cara 2
Tinjau gaya-gaya dan torsi pada bola :
*Ingat bahwa gaya gesek disini menghambat gerak bola kebawah, oleh karena itu ia akan berarah kebelakang yang menyebabkan torsi. Bisa dibayangkan bahwa torsi gaya gesek searah jarum jam. Dan jika ada bola yang menggelinding ke bawah, arah putarannya juga searah jarum jam.

ΣFx = ma
mg sin θ – f = ma
f = mg sin θ – ma ...(2)
Στ = Iα
fR = Iα

Bola menggelinding tanpa slip, memenuhi syarat a = αR.
fR = 2/5.mR2(a/R)
f = 2/5.ma ...(3)

Subtitusi (3) ke (2)
2/5.ma = mg sin θ – ma
7/5.ma = mg sin θ

Bagi m setiap ruas.
7/5.a = g sin θ
a = 5/7.g sin θ

Untuk selanjutnya gunakan rumus GLBB untuk mencari kecepatan didasar (v)
v2 = v02 + 2ax (4)

Variabel x (jarak yang ditempuh dari ujung atas ke ujung bawah) kita belum tahu nilainya. Jika kita mencari sin θ pada bidang miring tersebut maka didapat h/x.
sin θ = h/x

maka x = h/sin θ
subtitusi a = 5/7.g sin θ dan x = h/sin θ ke persamaan (4) dengan v0=0.
v2 = 2.5/7.g sin θ.h/sin θ
v2 = 10/7.gh

Maka v = sqrt(10/7.gh) = 20 m/s
Terbukti sama!

Kamu bisa memakai cara 1 karena lebih cepat ^^

2. Dua buah benda masing-masing bermassa m1 = 4 kg dan m2 = 2 kg dihubungkan dengan katrol bermassa 4 kg seperti tampak pada gambar. Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s2, percepatan yang dialami m1 dan m2 adalah ....





Pembahasan :
Kita tinjau terlebih dahulu gaya-gaya yang bekerja pada tiap balok, ingat bahwa disini katrol bermassa maka tidak seperti waktu saat kelas X SMA yaitu T di kanan kiri dianggap sama, disini tidak.




Ketika mereka dilepaskan, balok yang lebih berat yaitu balok 1 akan turun menarik balok 2 keatas. Maka untuk gaya-gaya pada m1 yang positif adalah gaya yang berarah kebawah, karena dia bergerak turun kebawah jadi seolah-olah yang bernilai positif itu adalah gaya yang mendukung balok untuk melakukan gerakan ke arah itu. Sedangkan pada balok 2 yang positif adalah gaya-gaya yang berarah ke atas.



Tinjau m1 terlebih dahulu :
ΣF = m1a
m1g – T1 = m1a
T1 = m1g – m1a ...(1)

Sekarang tinjau m2 :
ΣF = m2a
T2 – m2g = m2a
T2 = m2g + m2a ...(2)

Nah, karena katrol bermassa, maka kita perlu meninjau sesuatu pada katrol. Menurut kamu apa yang harus ditinjau? Apakah torsi ataukah gaya.
Jika gaya maka kurang lebih seperti ini :
Apakah kita tahu besarnya F penahan katrol agar diam? Tentu tidak. Oleh karena itu khusus untuk katrol, kita tinjau torsi. Karena torsi/momen gaya dari F ini akan bernilai nol (Jadi, dia tidak pernah bisa memberikan pengaruh rotasi pada katrol ini karena dia berada tepat di poros, bayangkan saja untuk membuka pintu, kalau kita memberi dorongan ke arah engselnya, tentu pintu tidak akan terbuka).

Ingat Momen Inersia untuk katrol (silinder pejal) adalah ½.MR2. (M adalah massa katrol).
Στ = Iα
T1R – T2R = ½.MR2α
Jika balok 1 turun maka balok 2 naik, dan itu mengakibatkan katrol berputar berlawanan arah jarum jam, benar tidak? Maka torsi yang memberikan dukungan agar katrol berotasi seperti itu adalah torsi dari T1 yang bernilai T1.R. Maka torsi T1 positif dan T2 negatif (seolah-olah menghambat).

Coret R ditiap ruas.
T1 – T2 = ½.MRα

Subtitusi (1) dan (2)
m1g – m1a – (m2g + m2a) = ½.MRα

Karena a=αR maka :
m1g – m1a – m2g - m2a = ½.MR.a/R
m1g – m1a – m2g - m2a = ½.Ma

Kumpulkan semua variabel a di suatu ruas agar diketahui nilainya.
½.Ma + m1a + m2a = m1g– m2g
(½.M + m1 + m2)a = (m1 – m2)g
Kalian bisa saja memakai rumus cepat disamping, tetapi tetap saja tak ada gunanya jika kalian tak memahami darimana rumus itu berasal.
Masukkan data-data dari soal, akan didapat bahwa a = 2,5 m/s2.

3. Seorang penari balet memiliki momen inersia 4 kg m2 ketika lengannya merapat ke tubuhnya, dan 16 kg m2 ketika lengannya terentang. Pada saat kedua lengannya dirapatkan ke tubuhnya, kelajuan putaran penari tersebut adalah 12 putaran/s. Jika kemudian kedua lengannya direntangkan, tentukanlah kelajuan putarannya!

Pembahasan :
Konsepnya sama seperti kekekalan momentum, tetapi ini tentang putaran, berarti momentum sudut. Keadaan 1 adalah ketika penari merapatkan lengannya, dan keadaan 2 adalah ketika lengan terentang.
L1 = L2
I1ω1 = I2ω2
4.12 = 16.ω2
Maka ω2 = 3 putaran/s. Ketika kalian merubah satuan omega dari putaran/s ke rad/s akan menghasilkan nilai yang sama karena ini berbicara tentang perbandingan.
Untuk part 1 mungkin cukup 3 saja dahulu ya.

Untuk part 2 disini.

㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒㆒
Oh iya ada quiz nih, kalian pikirin baik-baik ya, (jawaban entar nyusul) :
1.          Anna menyiapkan lima buah benda yaitu : 1 = Bola pejal, 2 = Bola berongga, 3 = Silinder pejal, 4 = Silinder tipis berongga, 5 = Cincin. Kelimanya memiliki massa yang sama, dan jari-jari yang sama.
Dan kelima benda tersebut diletakkan diatas kelima bidang miring kasar dengan sudut kemiringan sama dan ketinggian yang sama.
Pertanyaan : Benda mana yang lebih cepat turun ke dasar bidang miring?
Clue : Gunakan tinjauan torsi dan gaya.

2.         Jika kita melihat bumi dari kutub selatan, kemanakah arah bumi berputar?
            Searah atau berlawanan arah jarum jam?
Terimakasih, sampai jumpa. Comment ya jangan silent readers. (Kritik, saran, jawaban quiz, ralat, pendapat comment aja) ^_^